Selasa, 07 Agustus 2018

SEMARAK HUT RI KE - 73 BERSAMA ANAK - ANAK DESA BELUK RAJA, AMBUNTEN, SUMENEP


Agustus merupakan bulan  kemerdekaan bangsa Indonesia dimana masyarakat Indonesia memiliki   kebiasaan yang rutin dalam memeriahkan  momentum kemerdekaan di bulan ke-delapan ini untuk mengingat perjuangan para pahlawan dalam mendapatkan kemerdekaan bangsa hingga sekarang.  Kemeriahan tersebut dilakukan hampir  selama satu bulan penuh  dengan mengadakan lomba-lomba rakyat di berbagai daerah seperti, makan kerupuk, balap karung, kepruk air, balap kelereng, dan berbagai macam lomba-lomba yang dilaksanakan dengan beberapa karakter dan inovasi yang unik di setiap daerah, tidak hanya perbedaan di setiap daerah melainkan keunikan-keunikan itu dapat terjadi di setiap kelompok kecil masyarakat .
Tepat di hari Minggu tanggal 7 Agustus 2018, kami mengadakan berbagai lomba anak-anak ditingkat sekolah dasar untuk seluruh anak-anak desa Beluk Raja, lomba- lomba yang dilaksanakan dimulai dari lomba Adzan pada pagi hari dan dilanjutkan lomba balap karung, dan lari kelereng pada sore harinya, lomba yang kami selenggarakan merupakan perlombaan yang cukup sederhana namun memiliki makna dan kesan yang istimewa.

Perlombaan Adzan memiliki kesan positif bagi anak-anak desa beluk raja, sebab selain mengajarkan keberanian mental kepada anak juga mengajarkan ilmu religi yang perlu dipupuk dan ditingkatkan, pernyataan tersebut kami kutip berdasarkan dawuh (pesan)  KH. Muhammad Syafa’at  selaku juri perlombaan Adzan. Sehingga perlombaan Adzan dapat berjalan dengan baik dan terbuka seiring dengan semangat para peserta lomba yang memiliki karakter dan cara yang berbeda-beda dalam menampilkan dan menunjukkan kemampuannya dalam mengumandangkan Adzan.
Tiba waktu tergelincirnya matahari di sebelah barat, tepat terlaksananya lomba balap karung dengan versi terbaru menggunakan helm dan karung yang membungkus badan, sehingga  peserta berjalan melintasi garis perlombaan dengan sedikit berjongkok dan  meloncat-loncat. moment ini  sangat meriah dan menghibur kami semua yakni masyarakat desa Beluk Raja. 

Selanjutnya tiba giliran perlombaan lari kelereng yang tak kalah mencuri perhatian dan memikat daya tarik seluruh warga desa Beluk Raja. Lomba lari kelereng ini menggunakan 2 alat yaitu sendok dan satu butir kelereng. Sendok yang sudah disediakan panitia digunakan untuk membawa kelereng yang mana harus digigit pada ujung gigi peserta lomba. hal ini menuntut keseimbangan peserta dalam berjalan menyusuri garis perlombaan hingga ke garis finish yang ditentukan.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diversifikasi Pangan dengan Olahan Nugget Daun Kelor dan Sempol Ikan oleh KKN TEMATIK 49 UTM 2018 di Desa Beluk Raja, Ambunten, Sumenep

Sebagai salah satu desa yang terletak di daerah pesisir utara pulau Madura, desa Beluk Raja memiliki sumber daya laut yang melimp...